--> Sunan Kalijaga: Sang Brandal Lokajaya yang Jadi Wali | Kandank Warak

Sunan Kalijaga: Sang Brandal Lokajaya yang Jadi Wali

Selian nama Brandal Lokajaya, Sunan Kalijaga juga memiliki nama-nama peraban lain yakni sepertiMas Said, Syeikh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.

Sunan Kalijaga

KANDANK WARAK - Sunan Kalijaga merupakan sosok sunan yang unik karena berbeda dengan sunan-sunan yang lain. Sehingga banyak orang berusaha menelusurinya salah satunya tentang riwayat hidupnya. Riwayat hidupnyapun membuat banyak orang juga berselisih pendapat mengenai sosok nyentrik ini. Seperti nama Sunan Kalijaga, apakah nama Sunan Kalijaga itu berasal dari Arab, Cina, atau memang asli dari Jawa.

Menurut budayawan dan penasehat Kandank Warak, nama Sunan Kalijaga itu aslina Sunan Jagkali. Jadi pada waktu itu sang sunan sedang menjaga kali atau sungai. Adapun orang yang mengatakan bahwa Kalijaga itu berasal dari bahasa arab “Qodli Zaka” yang memiliki arti hakim suci. Namun dalam prespektif ini nama Kalijaga adalah asli dari nama Jawa.

Begitupun juga yang bepandangan bahwa nama Kaliga berasal dari bahasa Cina yakni Mas Said, nama yang dipakai semaca kecilnya berasal dari kata “Oei Sam Ik” yang kemudian dalam lidah Jawa terucap dengan sebutan Said.

Namun pada dasarnya Kalijaga adalah sebuah nama gelar yang memiliki cerita ataupun kisahnya sendiri. Yakni ketika bertemu dengan Sunan Bonang yang kemudian menjadi gurunya, dan Sunan Bonang bersedia menerima murid jika ia mau menjaga tongkat yang tertancap di kali sehingga munculah nama Sunan Kalijaga yang diangkat menjadi muridnya Sunan Bonang.

Saat bertemu dengan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga terkenal dengan sebutan Brandal Lokajaya yang terkenal karena ia seorang perompak. Hendak merampok Sunan Bonang, ternyata Brandal Lokajaya tidak mampu menandingi kesaktian dan kehebatan Sunan Bonang.

Selian nama Brandal Lokajaya, Sunan Kalijaga juga memiliki nama-nama peraban lain yakni sepertiMas Said, Syeikh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.

Jika nama itu memakai bahasa Arab bahwa Sunan Kalijaga itu hakim suci, sepertinya tidak cocok karena dari sekian para wali atau sunan, Sunan Ampelah yang menjadi hakimnya. Setelah Sunan Ampel wafat digantikan oleh Sunan Giri. Menurut cerita pada waktu musyawarah para wali, Sunan Kalijaga hanya bersedia menjabat sebagai naib saja. 

Gelar Sunan Kalijaga didapat ketika ia berguru dengan Sunan Bonang dan diuji untuk ngalwat yaitu ditanam di tengah hutan di dalam goa Sorowiti Panceng Tuban dan tapa brata di sungai selama setahun. Karena ketaatan dan ketakwaan dalam mengemban amanat gurunya, maka Sunan Bonang mengangkatnya menjadi wali dan bergelar Sunan Kalijaga.

Sementara itu masih ada lagi orang yang menafsirkan bahwa nama Kalijaga itu berasal dari kata-kata kali yang berarti air yang mengalir, dan kata jaga yang berarti menjaga. Jadi berarti orang yang menjaga semua aliran atau kepercayaan yang hidup di dalam masyarakat.

Sedangkan tentang silsilah Sunan Kalijaga inipun ada perbedaan, karena memang tidak ada catatan resmi dan bahan-bahan sejarah berupa naskah yang dapat dijadikan pegangan. Ada yang mengatakan bahwa Sunan Kalijaga itu dari keturunan bangsa Cina, Arab atau dari keturunan Jawa asli.

1. Keturunan Cina
Menurut buku Kumpulan Ceritera Lama dari Kota Wali (Demak), yang ditulis oleh S. Wardi dan diterbitkan oleh Wahyu, menuturkan bahwa Sunan Kalijaga sewaktu kecil bernama Said. Beliau anak seorang cina yang bernama Oei Tik Too. Oei Tik Too ini mempunyai putera yang kemudian menjadi bupati Tuban, namanya Wirotikto (bukan Wilotikto). Bupati Wirotikto ini mempunyai anak laki-laki bernama Oei Sam Ik, dan terakhir di panggil Said.

Catatan-catatan yang diketemukan oleh Residen Poortman pada tahun 1928 dari klenteng Sam Poo Kong Semarang mengatakan bahwa banyak sekali tokoh-tokoh raja-raja Jawa pada jaman Demak dan Para Wali adalah dari keturunan Cina. Disebutkan bahwa orang yang bernama Gang Si Cang (Sunan Kalijaga) ikut membuat atau mendirikan Masjid Demak. Jadi ini menunjukkan bahwa Sunan Kalijaga dari keturunan bangsa Cina.

2. Keturunan Arab
Menurut buku De Hadramaut et ies Colonies Arabes Dans’I Archipel Indien, karya Mr. C. L. N. Van De Berg, Sunan Kalijaga adalah keturunan Arab asli. Dan di dalam buku tersebut diceritakan pula bahwa tidak hanya Sunan Kalijaga saja, tetapi semua Wali di Jawa adalah dari keturunan Arab.

Menurut buku tersebut, silsilah Sunan Kalijaga sebagai berikut; Abdul Muthalib (Kakek Nabi Muhammad), berputra Abbas, berputra Abdul Wakhid, berputra Mudzakkir, berputra Adullah, berputra Khasmia, berputra Abdullah, berputra Madro’uf, berputra ‘Arifin, berputra Hasanuddin, berputra Jamal, berputra Akhmad, berputra Abdullah, berputra Abbas, berputra Kourames, berputra Abdurrakhim (Ario Tejo, bupati Tuban), berputra Tejo Laku (Bupati Majapahit), berputra Lembu Kusuma (Bupati Tuban), berputra Tumenggung Wilotikto (Bupati Tuban), berputra Raden Mas Said (Sunan Kalijaga).

3. Keturunan Jawa
Menurut keterangan salah seorang pembantu majalah penyebar semangat Surabaya dari Yogyakarta (Sdr. Tj M: Tjantrik Mataram) yang mendapat keterangan dari Sdr. Darmosugito (Wartawan Merdeka) yang juga trah Kalinjangan, mengatakan bahwa Sunan Kalijaga adalah asli orang Jawa atau keturunan Jawa. Silsilahnya adalah sebagai berikut.

Silsilah Sunan Kalijaga bermula dari Adipati Ranggalawe, sebagai berikut: Adipati Ranggalawe (Bupati Tuban), berputra Ario Tejo I (Bupati Tuban), berputra Ario Tejo II (Bupati Tuban), berputra Ario Tejo III (Bupati Tuban), berputra Raden Tumenggung Wilotikto (Bupati Tuban), berputra Raden Mas Said (Sunan Kalijaga).

Menurut keterangan, Ario Tejo I dan II ini masih memeluk agama Syiwa. Hal ini bisa saksikan dari bukti makamya yang berada di Tuban, yang memakai tanda Syiwa. Tetapi Ario Tejo III sudah memeluk agama Islam, hal ini juga terlihat dari tanda yang ada dimakamnya.

Sebagaimana tersurat dalam sejarah Indonesia Walisongo (termasuk Sunan Kliajaga), adalah pelopor dan pemimipin dakwah Islam yang berhasil merekrut murid-murid untuk menjalankan dakwah di setiap penjuru negeri. Dan orang-orang Indonesia mengenal da’ida’i dari ’alawiyyin’ (tokoh-tokoh asyraf, keturunan ’Ali dan Fatimah binti Rosulullah Saw) tersebut dengan sebutan ”wali-wali”, sedangkandi Jawa khususnya mereka dikenal dengan nama sunan.

Dari sinilah sebenarnya wali-wali atau sunan-sunan tersebut adalah dari keturunan Arab termasuk juga Sunan Kalijaga. Namun proses asimilasi dengan masyarakat Indonesia yang dialami keturunannya dapat dikatakan telah menghapus identitas kearabannya sehingga larut dalam struktur masyarakat setempat. Mereka tidak memakai nama Arab lagi, tetapi memakai nama Jawa atau Indonesia, meski masih ada yang tetap mencantumkan nama marganya.

Mengenai kapan tepatnya kelahiran Sunan Kalijaga pun menyimpan misteri. Ia diperkirakan lahir pada tahun 1430-an, dihitung dari tahun pernikahan Sunan Kalijaga dengan putri Sunan Ampel. Ketika itu ia berusia 20-an tahun. Sunan ampel yang diyakini lahir pada 1401, ketika menikahkan putrinya dengan Sunan Kalijaga, ia berusia 50-an tahun.8 Tetapi ada juga yang mengatakan ia lahir ada tahun 1450 dan 1455. ayahnya bernama Tumenggung Wilotikto (Wiwatikta atau Raden sahur), dan ibunya bernama Dewi RetnoDumilah.

Dikisahkan bahwa Sunan Kalijaga mempunyai tiga orang isteri. Nama istri dan anak-anaknya adalah sebagai berikut. Pertama, Dewi Saroh binti Maulana Ishak, yang dikarunia 3 orang anak, yaitu; Raden Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rukayah, dan Dewi Sofiah. Kedua, Siti Zaenab binti Sunan Gunung Jati, yang dikarunia 5 orang anak, yaitu; ratu Pambuyan, Nyai Ageng Panegak,, Sunan Hadi, Raden Abdurrahman, dan Nyai Ageng Ngerang. Ketiga; dengan Siti Khafsah binti Sunan Ampel (tidak ada keterangan selengkapnya).

Diantara para wali sembilan, beliau terkenal sebagai seorang wali yang berjiwa besar. Seorang pemimpin, pejuang, muballigh, pujangga, dan filosof. Daerah operasinya tidak terbatas, oleh karenanya ia adalah terhitung seorang Reizende Muballigh (muballigh keliling). Jikalau beliau bertabligh senantiasa diikuti oleh para kaum ningrat dan sarjana.

Dalam kisahnya diceritakan bahwa Raden Said sebenarnya adalah seorang anak muda yang taat kepada agama dan bakti kepada orang tua. Namun beliau tidak bisa menerima keadaan disekelilingnya, karena pada saat itu banyak terjadi ketimpangan-ketimpangan di masyarakat. Musim kemarau panjang dan bahaya kelaparan makin membuat rakyat tersiksa.

Hal ini disaksikan sendiri oleh Raden Said yang masih berjiwa suci bersih. Hatinya berontak dan tak dapat menerima semua itu. Pada malam hari, dia sering mengambil padi dan jagung serta bahan makanan lainnya di gudang kadipaten untuk diberikan kepada rakyat jelata yang membutuhkannya. Namun perbuatannya itu tak dapat bertahan lama. Salah seorang penggawa kadipaten Tuban akhirnya memergokinya dan Raden Said dilaporkan kepada Adipati Tuban (ayahnya sendiri).

Beliau sangat marah dan akhirnya Raden Said dihukum berat. Sesudah habis masa hukumannya dia beraksi lagi, kali ini tidak mengambil bahan-bahan makanan milik ayahnya melainkan merampok harta benda milik para hartawan kaya raya dan para tuan tanah dan hasil rampokan itu dibagi-bagikan kepada fakir miskin serta orang-orang yang lebih membutuhkannya.

Dalam pengembaraannya dia sampai di sebuah hutan bernama Jati Wangi, di sana dia terkenal sebagai seorang pemuda sakti yang sering merampok para hartawan dan pedagang kaya raya. Seperti dulu, harta itu dibagi-bagikannya kepada fakir miskin. Orang menyebutnya sebagai brandal Lokajaya, yang akhirnya dari sinilah Raden Said mengenal dan berguru kepada Sunan Bonang.

Selain itu digambarkan Raden Said adalah seorang yang sangat sakti, karena saktinya beliau mendapat julukan “Brandal Lokajaya”. 
Nama

agus munif,2,ajaran sunan kalijaga,1,aktual,79,alfin hidayat,4,alissa wahid,1,amerika,1,ananta damarjati,1,anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn),1,anies baswedan,4,anthony budiawan,1,antik,1,awalil rizky,5,barisan nusantara,3,batik,1,beta wijaya,2,biografi,3,brandal lokajaya,2,budaya,6,budaya semarang,1,budayawan semarang,1,buku,2,buku ekonomi,1,buku gratis,2,buku sosiologi,1,buya hamka,1,cak nun,2,cengengesan,3,cerpen,2,chairil anwar,1,cheng ho,2,china,1,cuci tangan,1,dangdut koplo,1,demokrasi,1,djawahir muhammad,2,ebook gratis,2,edhie prayitno ige,4,eko tunas,11,ekonomi,5,ekonomi syariah,1,ensiklopedia,3,estetika,1,fundamental ekonomi,1,Galileo Galilei,1,gambang syafaat,1,gentong,1,germas berkat,1,gonam aqiqah,1,guru online erlangga,1,gusdurian,1,gusdurian peduli,1,hafidz,1,Hans Lippershey,1,hate speech,1,herman sinung janutama,1,hersubeno arief,3,idul fitri,1,iktikaf di masjid,1,islam nusantara,1,isra miraj nabi muhammad,1,jahe,1,jakarta,2,jokowi,2,kabar kami,7,kandank warak,1,kapitalisme,1,kelenteng sam po kong,1,ken arok,1,kentongan,1,keris,1,keris empu gandring,1,kesehatan,1,ketua rt,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,12,kisah,1,kolom,41,komisi pemberantasn korupsi,1,kongkow,15,kontes guru online,1,koperasi,1,korupsi,1,krisis ekonomi,2,krisis masker,1,krl commuter line,1,lifestyle,1,lockdown,2,luhut binsar panjaitan,1,lukman wibowo,4,lukni an nairi,5,makrifat,1,malam nisfu syaban,2,manuskrip tuhan,1,martin suryajaya,1,masker,1,maulid al barzanji,1,mbohlah,1,mh rahmat,2,mohammad hatta,1,mudik,2,nabi sulaiman,1,najwa shihab,1,nelson mandela,1,new normal,1,ngaji,7,ngesti pandawa,1,nikmat yang kamu dustakan,1,ninik ambarwati,1,nuzulul quran,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,orde baru,1,pandawa,1,partai komunis indonesia,1,pasar johar,1,pcnu kota semarang,1,pelukis,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,penerbit erlangga,1,pengurus rt,1,pepatah jawa,1,pertumbuhan ekonomi 5 persen,1,politik,5,pondok pesantren,2,profil,1,puasa,2,publikasi,2,puisi,6,puisi idul fitri,1,puisi puasa,1,punakawan,1,raden saleh,1,ramadan,3,reformasi,1,rung guru,1,santet,1,santri,1,sastra,8,sastra semarang,1,semut,1,sinkretisme agama,1,slamet unggul,1,social distancing,1,sosialisme,1,sosiologi,1,sunan kalijaga,4,sus s hardjono,1,syahrul efendi dasopang,1,syarief bustaman,1,syekh siti jenar,1,tafsir,1,tasawuf,1,teleskop,1,togel semarang,1,toko buku online,1,toko online,1,tony rosyid,3,umbu landu,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,virus corona,15,wardjito soeharso,1,warung angkringan,1,watak orang semarang,1,work from home,1,yahudi,1,yusdi usman,2,
ltr
item
Kandank Warak: Sunan Kalijaga: Sang Brandal Lokajaya yang Jadi Wali
Sunan Kalijaga: Sang Brandal Lokajaya yang Jadi Wali
Selian nama Brandal Lokajaya, Sunan Kalijaga juga memiliki nama-nama peraban lain yakni sepertiMas Said, Syeikh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.
https://1.bp.blogspot.com/-0D34hx_SiD8/XrQ-IS2fvJI/AAAAAAAAAj4/34SG6PTpTdkiTXYT2mgJZUlvii0STikFACLcBGAsYHQ/s400/Sunan%2BKalijaga.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0D34hx_SiD8/XrQ-IS2fvJI/AAAAAAAAAj4/34SG6PTpTdkiTXYT2mgJZUlvii0STikFACLcBGAsYHQ/s72-c/Sunan%2BKalijaga.jpg
Kandank Warak
https://www.kandankwarak.com/2020/05/sunan-kalijaga-sang-brandal-lokajaya.html
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/2020/05/sunan-kalijaga-sang-brandal-lokajaya.html
true
1305108734588655101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy