--> Jokowi Benar, Najwa Kurang Paham | Kandank Warak

Jokowi Benar, Najwa Kurang Paham

Video berdurasi sekitar sepuluh detik itu Najwa menyampaikan "Data dari Kemnhub sudah hampir satu juta orang sudah curi start mudik. Faktanya, sudah terjadi penyebaran orang di daerah?"

Lukni An Nairi

Oleh: Lukni An Nairi



KANDANK WARAK - Di media sosial beredar penggalan video acara Mata Najwa yang dipandu presenter cantik Najwa Shihab berbincang dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi. Tentu ini acara yang sangat special dan eksklusif yang mengusung persoalan Jokowi Diuji Pandemi.


Video berdurasi sekitar sepuluh detik itu Najwa menyampaikan "Data dari Kemnhub sudah hampir satu juta orang sudah curi start mudik. Faktanya, sudah terjadi penyebaran orang di daerah?" Tanya Najwa.


"Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung," jawab Jokowi santai.


Lalu viral pembendaharaan kata antara "Mudik dan Pulang Kampung." Bahwasanya pulang kampung itu sama dengan mudik, begitupun sebaliknya mudik adalah pulang kampung.


Saya tidak tertarik konteks bahasa tersebut, karena saya bukan ahli bahasa. Meski saya memiliki dokumen-dokumen tulisan yang diterbitkan di koran cetak. Saya juga berkumpul dengan orang-orang sastra, menulis dan membacakan puisi maupun cerpen.


Namun jika ditelusuri, justru saya ini pernah mondok yang diasuh oleh Kiai yang menguasai ilmu tata bahasa. Namun bukan bahasa Indonesia, tapi bahasa arab. Bapak lulusan yang sama dengan Kiai saya. Lha...kalau Mbak saya memang lulusan jurusan Bahasa Indonesia dan mengajar sastra dan bahasa indonesia di sekolahan.


Saya ini penikmat filsafat, sedikit mempelajari ilmu tersebut. Melihat video Najwa dan Jokowi, saya merasakan ada basis ontologi yang salah. Secara ontologi mudik dengan pulang kampung itu berbeda.


Perbedaannya ada dimana? Mudik secara waktu ada ketika ramadan dan biasanya mendekati perayaan lebaran atau idul fitri. Sedangkan pulang kampung bisa sewaktu-waktu. Jadi secara waktupun antara mudik dengan pulang kampung itu berbeda.


Mudik itu sudah menjadi tradisi, bahkan cuman ada di Indonesia. Sedangkan pulang kampung itu bukan tradisi.


Dialog antara Presiden Jokowi dengan Najwa Shihab, konteksnya itu sudah berbeda. Saya berani mengatakan bahwa pertanyaan yang diajukan Najwa Shihab kepada Jokowi adalah pertanyaan yang salah.


Najwa belum paham konteks antara pulang kampung dengan mudik. Apalagi dialog tersebut mengisyaratkan kebijakan Jokowi, bahwa ada larangan mudik saat menghadapi pandemi Covid-19. Konteks dialog tersebut adalah waktu, sebagaimana penjelasan singkat diatas bahwa mudik itu terjadi pada bulan ramadan.


Maka ketika Najwa menyebutkan "hampir satu juta sudah cari start mudik" itu dengan menyebut kata "mudik" adalah salah besar karena terjadi sebelum ramadan. Mau jutaan hingga puluhan juta orangpun yang kembali ke kampung, itu pulang kampung bukan mudik.


Sebagaimana menjadi kebiasaan, mudik penuh dengan perayaan; mudik gratis, mudik bersama sponsor ini dan itu, mudik atau mudik bersama si tampan Lukni.


Kalau pulang kampung, tidak ada istilah pulang kampung gratis, pulang kampung ini dipersembahkan oleh bla...bla..bla, pulang kampung bersama artis idola. Maka mudik juga terkait rombongan, pulang kampung muleho dewe-dewe.


Kalau saya dengan pacar mau ke rumah orang tua di Tuban untuk merayakan lebaran. Masyarakat, khususnya sedulur-dulur akan bilang "mudik," ketika mendekati lebaran. Namun waktu liburan sekolah terkadang nelpon menanyakan "ora muleh kampung." Jadi beda kan.


Saran saya untuk mencegah penyebaran Covid-19 terkait hal di atas, bagi siapa saja yang pulang ke daerah atau ke kampung waktu masuk bulan ramadan dianggap sebagai mudik bukan pulang kampung.


Mbuh, opo to iki. Jebul aku durung ngawe kopi, rokok wismilak ijo kretekku entek. Hadeehhhh. (Kamis, 23/04/2020)
Nama

agus munif,2,ajaran sunan kalijaga,1,aktual,79,alfin hidayat,4,alissa wahid,1,amerika,1,ananta damarjati,1,anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn),1,anies baswedan,4,anthony budiawan,1,antik,1,awalil rizky,5,barisan nusantara,3,batik,1,beta wijaya,2,biografi,3,brandal lokajaya,2,budaya,6,budaya semarang,1,budayawan semarang,1,buku,2,buku ekonomi,1,buku gratis,2,buku sosiologi,1,buya hamka,1,cak nun,2,cengengesan,3,cerpen,2,chairil anwar,1,cheng ho,2,china,1,cuci tangan,1,dangdut koplo,1,demokrasi,1,djawahir muhammad,2,ebook gratis,2,edhie prayitno ige,4,eko tunas,11,ekonomi,5,ekonomi syariah,1,ensiklopedia,3,estetika,1,fundamental ekonomi,1,Galileo Galilei,1,gambang syafaat,1,gentong,1,germas berkat,1,gonam aqiqah,1,guru online erlangga,1,gusdurian,1,gusdurian peduli,1,hafidz,1,Hans Lippershey,1,hate speech,1,herman sinung janutama,1,hersubeno arief,3,idul fitri,1,iktikaf di masjid,1,islam nusantara,1,isra miraj nabi muhammad,1,jahe,1,jakarta,2,jokowi,2,kabar kami,7,kandank warak,1,kapitalisme,1,kelenteng sam po kong,1,ken arok,1,kentongan,1,keris,1,keris empu gandring,1,kesehatan,1,ketua rt,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,12,kisah,1,kolom,41,komisi pemberantasn korupsi,1,kongkow,15,kontes guru online,1,koperasi,1,korupsi,1,krisis ekonomi,2,krisis masker,1,krl commuter line,1,lifestyle,1,lockdown,2,luhut binsar panjaitan,1,lukman wibowo,4,lukni an nairi,5,makrifat,1,malam nisfu syaban,2,manuskrip tuhan,1,martin suryajaya,1,masker,1,maulid al barzanji,1,mbohlah,1,mh rahmat,2,mohammad hatta,1,mudik,2,nabi sulaiman,1,najwa shihab,1,nelson mandela,1,new normal,1,ngaji,7,ngesti pandawa,1,nikmat yang kamu dustakan,1,ninik ambarwati,1,nuzulul quran,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,orde baru,1,pandawa,1,partai komunis indonesia,1,pasar johar,1,pcnu kota semarang,1,pelukis,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,penerbit erlangga,1,pengurus rt,1,pepatah jawa,1,pertumbuhan ekonomi 5 persen,1,politik,5,pondok pesantren,2,profil,1,puasa,2,publikasi,2,puisi,6,puisi idul fitri,1,puisi puasa,1,punakawan,1,raden saleh,1,ramadan,3,reformasi,1,rung guru,1,santet,1,santri,1,sastra,8,sastra semarang,1,semut,1,sinkretisme agama,1,slamet unggul,1,social distancing,1,sosialisme,1,sosiologi,1,sunan kalijaga,4,sus s hardjono,1,syahrul efendi dasopang,1,syarief bustaman,1,syekh siti jenar,1,tafsir,1,tasawuf,1,teleskop,1,togel semarang,1,toko buku online,1,toko online,1,tony rosyid,3,umbu landu,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,virus corona,15,wardjito soeharso,1,warung angkringan,1,watak orang semarang,1,work from home,1,yahudi,1,yusdi usman,2,
ltr
item
Kandank Warak: Jokowi Benar, Najwa Kurang Paham
Jokowi Benar, Najwa Kurang Paham
Video berdurasi sekitar sepuluh detik itu Najwa menyampaikan "Data dari Kemnhub sudah hampir satu juta orang sudah curi start mudik. Faktanya, sudah terjadi penyebaran orang di daerah?"
https://1.bp.blogspot.com/-JTctWph_tt4/Xnj0yAKtlHI/AAAAAAAAAew/Wae2UejW8M8V-R6bHSu77FZWEtH973uLgCPcBGAYYCw/s400/Lukni%2BAn%2BNairi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-JTctWph_tt4/Xnj0yAKtlHI/AAAAAAAAAew/Wae2UejW8M8V-R6bHSu77FZWEtH973uLgCPcBGAYYCw/s72-c/Lukni%2BAn%2BNairi.jpg
Kandank Warak
https://www.kandankwarak.com/2020/04/jokowi-benar-najwa-kurang-paham.html
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/2020/04/jokowi-benar-najwa-kurang-paham.html
true
1305108734588655101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy