--> Raden Saleh Syarief Bustaman: Pelukis Berjuluk Pangeran Jawa | Kandank Warak

Raden Saleh Syarief Bustaman: Pelukis Berjuluk Pangeran Jawa

Raden Saleh atau lengkapnya Raden Saleh Syarief Bustaman adalah pelukis kelahiran Terboyo, Semarang (1807 atau 1812) dari ayah Sayyid Husein bin Alwi bin Awal bin Yahya, dan Ibu Syarifa Husein bin Alwi bin Awal bin Yahya, cucu dari Kanjeng Kiai Kertoboso Bustam atau Kiai Terboyo

Raden Saleh Syarief Bustaman

KANDANK WARAK - Raden Saleh atau lengkapnya Raden Saleh Syarief Bustaman adalah pelukis kelahiran Terboyo, Semarang (1807 atau 1812)  dari ayah Sayyid Husein bin Alwi bin Awal bin Yahya, dan Ibu Syarifa Husein bin Alwi bin Awal bin  Yahya, cucu dari Kanjeng Kiai Kertoboso Bustam  atau Kiai Terboyo, atau Kanjeng Adipati Surohadimenggolo V, bupati Semarang ke 15 (1778-1841).

Meskipun banyak tinggal di kota-kota di Eropa, pada akhirnya Saleh memilih Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor) sebagai tempat tinggalnya. Perjumpaan Saleh dengan Bogor pertama kali terjadi ketika guru lukisnya yang berasal dari Belgia Antoine Auguste Joseph Payen (1972-1853) memasukkannnya ke sekolah untuk anak-anak bumiputera di Cianjur, lalu dilanjutkan kesekolah lanjutan di Bogor. Pada 1851, setelah bertahun-tahun tinggal di Eropa, Saleh pulang ke tanah air. Ia tinggal di Cikini, Jakarta, sebelum pindah ke Bogor.

Ketika hubugannya dengannn Winclehagen gagal, Saleh menikah dengan Raden Ayu Danurejo, putri kerabat Sultan Hamengkubuwono VI, pada 1867. Mereka tinggal di Bogor, di bekas kediaman Sultan Tarmijilah dari Banjarmasin. Letaknya di belakang hotel Belle Vue, yang memiliki panorama Gunung Salak. Pada Jum’at siang 23 April 1880, Saleh menghembuskan napas terakhir.

Ia diduga megalami serngan jantung. Dua hari kemudian ia dimakamkan di Kampung Empang, Bogor. Sepeninggal Saleh, kesehatan istrinya makin memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada 31 Juli 1880. Istrinyapun dimakamkan di sisi pusaranya.   

Pribadi multi dimensi    
Raden Saleh merupakan contoh seseorang dengan kepribadian ganda yang akhirnya menemukan jatidirinya sebagai orang Indonesia. Ia dilahirkan dari keturunan Arab berdarah biru (bernasab “bin Yahya”).

Jauh ke belakang Saleh memiliki garis keturunan sebagai orang Jawa (Kiai Terboyo, Kiai Bustam atau Kanjeng Adipati Surohadimenggolo ke V). Namun ia juga seorang nobleman yang banyak melanglang ke Eropa (Jerman, Belanda, Perancis), bergaul dengan seniman-seniman besar dan kaum bangsawan, serta keluarga istana (antara lain Raja Friedrich  Ausgust II dari Saxony).

Dengan kekayaan  yang ia miliki berkat penjualan lukisannya yang mahal, Saleh mestinya dapat hidup  layaknya seorang ningrat atau seorang borjuis. Namun Saleh justru memilih tetap menjadi seorang bangsawan dari Jawa, melalui penampilannya dengan busana Pangeran Jawa yang elegan. Tak pelak, publik Eropapun menjuluk Pangeran Jawa dengan “pakaian fantasy Jawa yang mencolok” ini sebagai “Pangeran Djalma”  sebagaimana ditulis oleh Le Petit Courrier des Dames, majalah fashion Perancis pada 5 Maret 1845.

Pangeran Djalma adalah tokoh Romeo versi novelis Eugene Sue dalam Le Juif Errant (Koran Tempo, 10 Juni 2012). Raden Saleh mendesain sendiri rancangan kostumnya yang serba bergaya  oriental, dan melalui produk-produk fashionnya ia  mengumumkan dirinya sebagai  pria dengan tiga kebangsaan!

Raden Saleh juga  tidak hidup layaknya seorang bohemian,  sebagaimana seniman-seniman besar lainnya. Sebagai seorang keturunan Kiai, ia memilih  jalan hidup sebagai seorang santri.  Hal ini ditunjukkan melalui pembangunan sebuah mushala (masjid kecil) di lingkungan tempat ia tinggal di Dresden (Jerman) yang dinamainya sebagai “Mushola Biru”.

Saleh membangun mushola itu dengan uang penjualan lukisannya yang pertama.  Ia juga  memperoleh  banyak fasilitas dari pemerintah Belanda dalam pengembaraannya di Eropa. Namun hal itu tidak membuatnya menjadi abdi Belanda. Sebaliknya, ia malah berpihak pada perjuangan bangsanya. Pendirian itu ditunjukkan  melalui lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro” dimana ia   menempatkan diri  sebagai  pengiring Pangeran Diponegoro yang menegakkan kepala dihadapan .Jenderal de Kock. Panglima Belanda yang menipunya.

Karya-karya Raden Saleh
Bakat melukis Raden Saleh yang dimilikinya  sejak kecil  mendapatkan kesempatan berkembang berkat ikhtiar tentornya  AAJ Payen (Belgia).  Atas usulannya Raden Saleh berangkat  ke Belanda dimana ia bertemu dengan berbagai pelukis besar,  belajar kepada mereka, dan menghasilkan karya-karyanya yang monumental.

Berkat pribadinya yang menarik dan karya-karyanya yang melukiskan secara naturalistic kehidupan alam. flora, fauna dan potret manusia dari benua timur yang eksotis, Saleh memperoleh tempat tersendiri dalam lingkungan pelukis Eropa. Ia bahkan memperoleh tempat sebagai pelukis istana di lingkungan kerajaan Belanda, Jerman, Austria, demikian pula ketika pulang ke Indonesia.

Ia melukis para Gubernur Jenderal dan para raja di keraton Surakarta, Yogyakarta, para Mayor Tionghoa, dan pemandangan alam Indonesia, termasuk magnum opusnya “Penangkapan Pangeran Diponegoro”. Sebagai penghargaan atas karya-karyanya Raden Saleh menerima telah menerima anugerah Bintang Mahaputra Adipradana pada tanggal 10 Nopember 2005 dari Presiden RI. (Djawahir Muhammad)
Nama

agus munif,2,ajaran sunan kalijaga,1,aktual,79,alfin hidayat,4,alissa wahid,1,amerika,1,ananta damarjati,1,anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn),1,anies baswedan,4,anthony budiawan,1,antik,1,awalil rizky,5,barisan nusantara,3,batik,1,beta wijaya,2,biografi,3,brandal lokajaya,2,budaya,6,budaya semarang,1,budayawan semarang,1,buku,2,buku ekonomi,1,buku gratis,2,buku sosiologi,1,buya hamka,1,cak nun,2,cengengesan,3,cerpen,2,chairil anwar,1,cheng ho,2,china,1,cuci tangan,1,dangdut koplo,1,demokrasi,1,djawahir muhammad,2,ebook gratis,2,edhie prayitno ige,4,eko tunas,11,ekonomi,5,ekonomi syariah,1,ensiklopedia,3,estetika,1,fundamental ekonomi,1,Galileo Galilei,1,gambang syafaat,1,gentong,1,germas berkat,1,gonam aqiqah,1,guru online erlangga,1,gusdurian,1,gusdurian peduli,1,hafidz,1,Hans Lippershey,1,hate speech,1,herman sinung janutama,1,hersubeno arief,3,idul fitri,1,iktikaf di masjid,1,islam nusantara,1,isra miraj nabi muhammad,1,jahe,1,jakarta,2,jokowi,2,kabar kami,7,kandank warak,1,kapitalisme,1,kelenteng sam po kong,1,ken arok,1,kentongan,1,keris,1,keris empu gandring,1,kesehatan,1,ketua rt,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,12,kisah,1,kolom,41,komisi pemberantasn korupsi,1,kongkow,15,kontes guru online,1,koperasi,1,korupsi,1,krisis ekonomi,2,krisis masker,1,krl commuter line,1,lifestyle,1,lockdown,2,luhut binsar panjaitan,1,lukman wibowo,4,lukni an nairi,5,makrifat,1,malam nisfu syaban,2,manuskrip tuhan,1,martin suryajaya,1,masker,1,maulid al barzanji,1,mbohlah,1,mh rahmat,2,mohammad hatta,1,mudik,2,nabi sulaiman,1,najwa shihab,1,nelson mandela,1,new normal,1,ngaji,7,ngesti pandawa,1,nikmat yang kamu dustakan,1,ninik ambarwati,1,nuzulul quran,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,orde baru,1,pandawa,1,partai komunis indonesia,1,pasar johar,1,pcnu kota semarang,1,pelukis,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,penerbit erlangga,1,pengurus rt,1,pepatah jawa,1,pertumbuhan ekonomi 5 persen,1,politik,5,pondok pesantren,2,profil,1,puasa,2,publikasi,2,puisi,6,puisi idul fitri,1,puisi puasa,1,punakawan,1,raden saleh,1,ramadan,3,reformasi,1,rung guru,1,santet,1,santri,1,sastra,8,sastra semarang,1,semut,1,sinkretisme agama,1,slamet unggul,1,social distancing,1,sosialisme,1,sosiologi,1,sunan kalijaga,4,sus s hardjono,1,syahrul efendi dasopang,1,syarief bustaman,1,syekh siti jenar,1,tafsir,1,tasawuf,1,teleskop,1,togel semarang,1,toko buku online,1,toko online,1,tony rosyid,3,umbu landu,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,virus corona,15,wardjito soeharso,1,warung angkringan,1,watak orang semarang,1,work from home,1,yahudi,1,yusdi usman,2,
ltr
item
Kandank Warak: Raden Saleh Syarief Bustaman: Pelukis Berjuluk Pangeran Jawa
Raden Saleh Syarief Bustaman: Pelukis Berjuluk Pangeran Jawa
Raden Saleh atau lengkapnya Raden Saleh Syarief Bustaman adalah pelukis kelahiran Terboyo, Semarang (1807 atau 1812) dari ayah Sayyid Husein bin Alwi bin Awal bin Yahya, dan Ibu Syarifa Husein bin Alwi bin Awal bin Yahya, cucu dari Kanjeng Kiai Kertoboso Bustam atau Kiai Terboyo
https://1.bp.blogspot.com/-N8CtJIvWfwo/Xn5CYfAZPSI/AAAAAAAAAf4/ESbAojutbvItPqCnCsA8bj2Ct86fHucTQCLcBGAsYHQ/s400/raden%2Bsyarif%2Bsaleh%2Bbustaman%2Bkandak%2Bwarak.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-N8CtJIvWfwo/Xn5CYfAZPSI/AAAAAAAAAf4/ESbAojutbvItPqCnCsA8bj2Ct86fHucTQCLcBGAsYHQ/s72-c/raden%2Bsyarif%2Bsaleh%2Bbustaman%2Bkandak%2Bwarak.jpg
Kandank Warak
https://www.kandankwarak.com/2020/03/raden-saleh-syarief-bustaman.html
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/2020/03/raden-saleh-syarief-bustaman.html
true
1305108734588655101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy