--> Pasar Johar Sebagai Simbol Mengenal Watak Orang Semarang | Kandank Warak

Pasar Johar Sebagai Simbol Mengenal Watak Orang Semarang

Djawahir Muhammad/Foto: Kandank Warak Oleh: Djawahir Muhammad (Budayawan Kota Semarang) KANDANK WARAK – Sungguh sayang, pa...

Djawahir Muhammad/Foto: Kandank Warak


Oleh: Djawahir Muhammad
(Budayawan Kota Semarang)



KANDANK WARAK – Sungguh sayang, pasar Johar yang terbakar pada bulan Mei tahun 2015 yang lalu. Para pedagang yang jumlahnya mencapai ribuan memang telah direlokasi ke sebelah Masjid Agung Jawa Tengah. Kini tahun 2020 nampak Pasar Johar seperti akan berkibar kembali, salah satunya kembalinya alun-alun yang berada di depan Masjid Kauman Semarang.

Namun bagaimana nasib Pasar Johar yang memiliki nilai kesejarahan tersebut, nilainya fisiknya sebagai cagar budaya maupun nilai non fisiknya yang tidak teraba (intangible) sebagai pemangku warisan budaya Semarangan tidak bisa diselamatkan.

Padahal disanalah warisan budaya orang  Semarang tersimpan.

Ingin tahu ? Baiklah, kalau sampeyan pengin tahu watak orang  Semarang, kenanglah Pasar Johar karena selama sehari – semalam pasar Johar sesungguhnya mempresentasikan tradisi wong Semarang yang cukup lengkap.

Selain memiliki sifat-sifat religiositas (keagamaan), entrepreneurship (wiraswasta), egalitarian (ketersamaan) dan equality (keterbukaan), masyarakat Semarang  memiliki nilai-nilai budaya lokalnya sebagai “wong Jawa” maupun sebagai “wong pesisir”. Tapi terhadap dua varian budaya besar itu wong  Semarang  lebih dekat menjadi penganut tradisi budaya pesisir alias “wong pasar” (istilah  Darmanto Jt),  daripada menjadi  “priyayi” yang berkonotasi sebagai pangreh praja yang mapan hidupnya.

Hal ini disebabkan karena secara historis Semarang memang pernah berada  dibawah daulat keraton Surakarta yang  feodalististik, namun juga  mayoritas menjadi pemeluk Islam yang egaliter, equal, dan menganjurkan pemeluk-pemeluknya hidup mandiri alias punya jiwa interpeneurship alias pedagang.

Meskipun  alasan  yang paling masuk akal  karena letak geografisnya yang lebih dekat ke wilayah pantai atau pesisir, daripada lebih dekat ke wilayah pedalaman. Orang Semarang juga menjadi subjek dari budaya hybrid (campuran dengan budaya asing) dan  budaya Indis (campuran dengan budaya Belanda), sebagaimana nasib orang Indonesia lainnya yang pernah dijajah kolonialis Belanda.

Akan tetapi dari beragam bentuk budaya yang diserapnya,  mayoritas  orang Semarang adalah penganut tradisi atau budaya pesisiran, yakni interaksi budaya yang berlangsung antara orang Jawa (di wlayah pesisiran),  melalui perpaduan perilaku  individu dan sosial,  perdagangan, diplomasi politik dan militer yang melahirkan watak kosmopolit atau berorientasi ke budaya kota (Simuh, 2002). 

Tradisi ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan sejarah dan budaya di wilayah pesisir paska keruntuhan  kekuasaan Majapahit. Budaya Islam yang masuk ke Indonesia kemudian menggantikan peran Majapahit, melalui penetrasi tradisi Islam oleh penguasa kesultanan Demak, Cirebon, dan Banten. Tradisi Islam memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia khususnya  di pesisir utara Jawa mengenal prinsip-prinsip persamaan,  keterbukaan dan hak-hak azasi manusia.

Pandangan terhadap kebudayaan dunia semakin luas dengan kedatangan berbagai bangsa dari  Eropa, Arab, India hingga Tiongkok yang membawa serta pernik-pernik kebudayaannya. Proses pertemuan lintas budaya inilah yang menjadikan orang-orang Jawa pesisiran menjalani  revolusi mental yang bersifat kosmopolit dan terbuka, yakni terhadap interaksi lintas budaya dan lintas etnis. Kebangkitan  fungsi ekonomi  bandar-bandar  di pesisir laut  Jawa dari era Majapahit ke era Islam, turut mempercepat  interaksi dan akselerasi  lintas peradaban di kawasan ini, yang kemudian membentuk entitas baru yakni  tradisi pesisiran yang bersifat kosmopolit, egaliter atau  equality (kesejajaran). 

Tradisi pesisir juga bukan  berarti bahwa kehidupan orang Semarang didominasi oleh profesinya sebagai orang pesisir yakni nelayan atau pedagang. Tetapi oleh sikapnya yang secara profetik penuh perlawanan terhadap hal-hal yang dipaksakan atau “dimapankan”  (by forced, established) oleh rezim penguasa. (Purnomo, 2012:12).

Sebagai implikasinya, orang Semarang lebih memilih kehidupan yang memberikan iklim kebebasan beragama, berpolitik,  bermata pencaharian, bermitra dan berkebudayaan sercara kosmopolit atau global (ized), daripada kehidupan lokal yang mapan meskipun kemapanan itu menjanjikan  kondisi tertentu. Dengan formulasi pendek, karakter orang Semarang  dapat dirumuskan sebagai  “memilih menjadi majikan kecil daripada menjadi kacung besar!”

Karakter itulah yang secara inherent melekat pada pedagang atau wong Semarang di pasar Johar; mereka berdagang dari pagi sampai sore, melayani pembeli tanpa membedakan pangkat, membuka kesempatan tawar-menawar terhadap barang dagangannya, lalu sembahyang  dzuhur di masjid Kauman bila saatnya tiba! Interaksi sosial dan irama kehidupan  inilah salah satu warisan budaya yang harus  diselamatkan dalam relokasi pasar Johar ke MAJT dan tentunya Pasar Johar baru yang telah direvitalisasi dengan kembalinya alun-alun kota Semarang.



Video pilihan:

Nama

agus munif,2,ajaran sunan kalijaga,1,aktual,79,alfin hidayat,4,alissa wahid,1,amerika,1,ananta damarjati,1,anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn),1,anies baswedan,4,anthony budiawan,1,antik,1,awalil rizky,5,barisan nusantara,3,batik,1,beta wijaya,2,biografi,3,brandal lokajaya,2,budaya,6,budaya semarang,1,budayawan semarang,1,buku,2,buku ekonomi,1,buku gratis,2,buku sosiologi,1,buya hamka,1,cak nun,2,cengengesan,3,cerpen,2,chairil anwar,1,cheng ho,2,china,1,cuci tangan,1,dangdut koplo,1,demokrasi,1,djawahir muhammad,2,ebook gratis,2,edhie prayitno ige,4,eko tunas,11,ekonomi,5,ekonomi syariah,1,ensiklopedia,3,estetika,1,fundamental ekonomi,1,Galileo Galilei,1,gambang syafaat,1,gentong,1,germas berkat,1,gonam aqiqah,1,guru online erlangga,1,gusdurian,1,gusdurian peduli,1,hafidz,1,Hans Lippershey,1,hate speech,1,herman sinung janutama,1,hersubeno arief,3,idul fitri,1,iktikaf di masjid,1,islam nusantara,1,isra miraj nabi muhammad,1,jahe,1,jakarta,2,jokowi,2,kabar kami,7,kandank warak,1,kapitalisme,1,kelenteng sam po kong,1,ken arok,1,kentongan,1,keris,1,keris empu gandring,1,kesehatan,1,ketua rt,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,12,kisah,1,kolom,41,komisi pemberantasn korupsi,1,kongkow,15,kontes guru online,1,koperasi,1,korupsi,1,krisis ekonomi,2,krisis masker,1,krl commuter line,1,lifestyle,1,lockdown,2,luhut binsar panjaitan,1,lukman wibowo,4,lukni an nairi,5,makrifat,1,malam nisfu syaban,2,manuskrip tuhan,1,martin suryajaya,1,masker,1,maulid al barzanji,1,mbohlah,1,mh rahmat,2,mohammad hatta,1,mudik,2,nabi sulaiman,1,najwa shihab,1,nelson mandela,1,new normal,1,ngaji,7,ngesti pandawa,1,nikmat yang kamu dustakan,1,ninik ambarwati,1,nuzulul quran,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,orde baru,1,pandawa,1,partai komunis indonesia,1,pasar johar,1,pcnu kota semarang,1,pelukis,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,penerbit erlangga,1,pengurus rt,1,pepatah jawa,1,pertumbuhan ekonomi 5 persen,1,politik,5,pondok pesantren,2,profil,1,puasa,2,publikasi,2,puisi,6,puisi idul fitri,1,puisi puasa,1,punakawan,1,raden saleh,1,ramadan,3,reformasi,1,rung guru,1,santet,1,santri,1,sastra,8,sastra semarang,1,semut,1,sinkretisme agama,1,slamet unggul,1,social distancing,1,sosialisme,1,sosiologi,1,sunan kalijaga,4,sus s hardjono,1,syahrul efendi dasopang,1,syarief bustaman,1,syekh siti jenar,1,tafsir,1,tasawuf,1,teleskop,1,togel semarang,1,toko buku online,1,toko online,1,tony rosyid,3,umbu landu,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,virus corona,15,wardjito soeharso,1,warung angkringan,1,watak orang semarang,1,work from home,1,yahudi,1,yusdi usman,2,
ltr
item
Kandank Warak: Pasar Johar Sebagai Simbol Mengenal Watak Orang Semarang
Pasar Johar Sebagai Simbol Mengenal Watak Orang Semarang
https://1.bp.blogspot.com/-1DIs2P9tL8Y/XmImraXayzI/AAAAAAAAAZE/60WioGI6WDoFZinfAjmK6p6QVlymxfCmACLcBGAsYHQ/s400/Djawahir%2BMuhammad.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-1DIs2P9tL8Y/XmImraXayzI/AAAAAAAAAZE/60WioGI6WDoFZinfAjmK6p6QVlymxfCmACLcBGAsYHQ/s72-c/Djawahir%2BMuhammad.jpg
Kandank Warak
https://www.kandankwarak.com/2020/03/pasar-johar-sebagai-simbol.html
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/2020/03/pasar-johar-sebagai-simbol.html
true
1305108734588655101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy