--> Mohammad Hatta Antara Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Syariah | Kandank Warak

Mohammad Hatta Antara Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Syariah

Beta Wijaya/Foto: Barisannews.com Oleh: Beta Wijaya (Pegiat Barisan Nusantara) KANDANK WARAK - Bung Hatta dikenal sebagai ...

Beta Wijaya/Foto: Barisannews.com


Oleh: Beta Wijaya
(Pegiat Barisan Nusantara)



KANDANK WARAK - Bung Hatta dikenal sebagai bapak koprasi, pemikiran dan kepeduliannya terhadap ekonomi kerakyatan. Pemilik nama asli Mohammad Hatta selain berkiprah dalam persoalan ekonomi kerakyatan, ia turut serta berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Pemikiran Kemerdekaan bagi Indonesia juga harus menjamin partisipasi rakyat di dalam pemerintahannya sendiri, sehingga rakyatlah yang berdaulat.

Pengunaan istilah kedaulatan di ungkapkan oleh Bung Hatta seperti pada pidatonya;

Pada waktu yang akhir ini sering kali orang salah mengartikan “kedaulatan rakyat”, sebab itu ada baiknya kalau saya disini berkata sepatah kata tentang kedaulatan rakyat itu. Kedaulatan rakyat artinya kekuasaan yang dijalankan oleh rakyat dengan secara mufakat. Kata mufakat mestilah ada, barulah kedaulatan itu ada pada rakyat. Putusan yang diambil oleh seorang atau satu golongan saja dengan tiada persetujuan rakyat, bukanlah kedaulatan rakyat. Demikian juga kata mufakat yang dipaksakan kepada rakyat”.

Cara pandang kedaulatan inilah pemikiran beliau pada bidang ekonomi kerakyatan yang berwujud koperasi. Pemikiran-pemikiran ekonomi melalui koperasi untuk mewujudkan cita-cita perekonomian Indonesia atas dasar kerja sama dan kebersamaan; dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. yaitu dengan mendirikan koperasi.

Bung Hatta memiliki keseriusan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan, telah dirumuskannya dalam UUD 1945 pasal 33. “1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. 2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.3. Bumi, Air dan Kekayaan Alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

UUD 1945 pasal 33, terjabarkan secara jelas bahwa kedaulatan perekonomian rakyat menjadi kedaulatan rakyat seutuhnya sehingga lahirlah masyarakat yang berdikari dalam urusan perekonomian, dan melalui konsensus bersama untuk mencapai kesejahteraan melalui sistem koperasi.

Bung Hatta menjelaskan bahwa dalam koperasi terdapat suatu tujuan yang utama yaitu menyelenggarakan keperluan hidup bersama dengan sebaik-baiknya dan memperbaiki nasib orang-orang yang lemah ekonominya dengan jalan kerjasama. Menguraikan tujuan koperasi, Hatta menganalogikan bahwa antara satu individu dengan individu yang lain seperti sebuah sapu lidi, yang mana kalau lidi itu berjalan sendiri-sendiri menjadi lemah dan mudah dipatah. Tetapi apabila diikat menjadi sapu, ia merupakan satu kesatuan yang kuat dan tak mudah dipatah.

Oleh karena itu tidak seperti sebuah badan usaha pada umumnya, koperasi tidak bertujuan untuk mengejar keuntungan layaknya firma dan perseroan. Walaupun pada akhirnya koperasi memperoleh keuntungan, namun keuntungan itu bukanlah suatu tujuan.Wujud koperasi, seperti disebutkan tadi, ialah membela keperluan orang kecil. Mencapai keperluan hidup dengan ongkos semurah-murahnya, itulah tujuannya bukan keuntungan.

UMKM dan Ekonomi Syariah
Usaha Mikro Kecil Menengah di Indonesia sangat berkontribusi terhadap laju pertumbuhan PDB, yang mana setiap tahun mendapatkan hasil pertumbuhan yang sangat signifikan dri berbagai sektor jenis usaha. Dunia usaha di Indonesia masih didominasi oleh UMKM. Dari hasil SE2016-Lanjutan, jumlah usaha ini mencapai lebih dari 26 juta usaha atau 98,68 persen dari total usaha nonpertanian di Indonesia. Usaha ini juga mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 59 juta orang atau sekitar 75,33 persen dari total tenaga kerja nonpertanian. Ketika krisis menerpa Indonesia pada sekitar tahun 1997-1998, UMKM terbukti tetap berdiri kokoh di saat usaha-usaha besar lainnya berjatuhan.

Meskipun mempunyai beberapa keunggulan, UMKM mempunyai banyak keterbatasan. Keterbatasan ini membuat UMK sulit untuk berkembang dan mempunyai daya saing. LPPI dan BI (2015) menjabarkan keterbatasan-keterbatasan tersebut di antaranya minimnya akses perbankan; kemampuan dan pengetahuan SDM yang masih rendah sehingga dikelola dengan cara yang sederhana; penggunaan teknologi yang terbatas; dan belum mampu mengimbangi perubahan selera konsumen khususnya yang berorientasi ekspor.

Di era global saat ini UMKM mendapatkan tantangan besar untuk tetap hidup sejahtera. Masalah permodalan masih menjadi tantangan besar hingga saat ini, disinilah pemerintah harus hadir melalui kebijakan moneter dalam wilayah perbankan untuk memberikan sebuah stimulus permodalan dengan syarat mudah dan rate ringan, namun tidak hanya masalah permodalan saja yang menjadi problematika di era global, semakin berjalannya waktu tentu tantangan pelaku UMKM semakin bertambah, diantaranya kreatifitas produk, kualitas produk, daya saing, dan networking saat ini menjadi tantangan yang cukup besar. Maka dari itu diperlukannya sebuah wadah yang mampu membendung pelaku UMKM dari segala tantangannya agar tersolusikan.

Pemikiran Bung Hatta dalam prespektif ekonomi kerakyatan bukan hanya sebagai bentuk perlawanan melawan arus kapitalisme dan sosialisme yang saat itu menjadi 2 kekuatan besar dalam dunia perekonomian. Memang kedua mazhab ini menawarkan kesejahteraan dan kemakmuran kepada dunia dan saling berebut pengaruh dan mengkliam satu sama lain bahwa mazhab mereka masing- masinglah paling benar dan paling ampuh dalam mengatasi masalah-masalah perekonomian seperti kemiskinan, pengangguran, inflansi dan lain-lain sebagainya.

Namun tak jarang dalam mengkampanyekan ide-ide tersebut kedua mazhab ini harus berhadapan satu sama lain dalam posisi diametral, bahkan sampai meruncing, dan merembet kemasalah politik hingga konflik. kedua mazhab ini bukanlah mazhab yang tidak pernah gagal dalam menangani masalah perekonomian, sebut saja Amerika Serikat, salah satu penganut mazhab kapitalisme pernah mengalami depresi besar-besaran pada tahun 1930-an. Dan juga hancurnya perekonomian Uni Soviet, yang menganut mazhab sosialisme/komunisme yang pada akhirnya mengalami masa-masa yang tragis yaitu dengan bubarnya negara tersebut pada tahun 1980.

Gagasan pemikiran Bung Hatta mengenai Koperasi adalah kesejahteraan dalam hal meraih kebahagiaan dunia dan dunia setelahnya dengan menerapkan sikap gotong royong serta tolong menolong. Kegiatan yang dilakukan masyarakat ialah dengan usaha bersama. Kerugian dan keuntungan, ditanggung bersama sebagai prinsip atas asas kekeluargaan.

Ternyata, di dalam istilah ekonomi syariah, sistem tersebut dinamakan dengan sistem bagi hasil. Dimana, sistem tersebut adalah sistem kemitraan beberapa pihak dalam sebuah usaha tertentu, serta keuntungan dan kerugian ditanggung oleh kedua belah pihak. Sistem ini, didalam ekonomi syariah terdapat beberapa akad, seperti mudharabah, musyarakah, muzara’ah, musaqah dan mugharasah.

Salah satu bentuk badan usaha dari sistem ekonomi kerakyatan adalah koperasi. Konsep awal koperasi yang dibawa oleh Hatta sangat sesuai dengan sistem ekonomi syariah. Jadi konsep koperasi Bung Hatta, didalam ekonomi syariah dikenal dengan syirkah.

Syirkah memiliki makna sebuah bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih dalam hal permodalan, keterampilan, atau kepercayaan, dalam usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah.

Antara koperasi Bung Hatta dengan syirkah, memiliki prinsip yang sama dan sejalan yaitu prinsip kebersamaan. Konsep koperasi merupakan bukti keprihatinan Bung Hatta atas kondisi masyarakat Indonesia yang memprihatinkan akibat penjajahan terutama kondisi ekonomi. Pemikiran Bung Hatta yang memiliki nilai-nilai keislaman menjadi sangat menarik untuk dikaji, melihat masih minimnya pembahasan pemikiran ekonomi Bung Hatta dari perspektif ekonomi syariah. Tujuan utamanya dalam syirkah yaitu menciptakan kerja sama dan tolong menolong.



Video pilihan:

Nama

agus munif,2,ajaran sunan kalijaga,1,aktual,79,alfin hidayat,4,alissa wahid,1,amerika,1,ananta damarjati,1,anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn),1,anies baswedan,4,anthony budiawan,1,antik,1,awalil rizky,5,barisan nusantara,3,batik,1,beta wijaya,2,biografi,3,brandal lokajaya,2,budaya,6,budaya semarang,1,budayawan semarang,1,buku,2,buku ekonomi,1,buku gratis,2,buku sosiologi,1,buya hamka,1,cak nun,2,cengengesan,3,cerpen,2,chairil anwar,1,cheng ho,2,china,1,cuci tangan,1,dangdut koplo,1,demokrasi,1,djawahir muhammad,2,ebook gratis,2,edhie prayitno ige,4,eko tunas,11,ekonomi,5,ekonomi syariah,1,ensiklopedia,3,estetika,1,fundamental ekonomi,1,Galileo Galilei,1,gambang syafaat,1,gentong,1,germas berkat,1,gonam aqiqah,1,guru online erlangga,1,gusdurian,1,gusdurian peduli,1,hafidz,1,Hans Lippershey,1,hate speech,1,herman sinung janutama,1,hersubeno arief,3,idul fitri,1,iktikaf di masjid,1,islam nusantara,1,isra miraj nabi muhammad,1,jahe,1,jakarta,2,jokowi,2,kabar kami,7,kandank warak,1,kapitalisme,1,kelenteng sam po kong,1,ken arok,1,kentongan,1,keris,1,keris empu gandring,1,kesehatan,1,ketua rt,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,12,kisah,1,kolom,41,komisi pemberantasn korupsi,1,kongkow,15,kontes guru online,1,koperasi,1,korupsi,1,krisis ekonomi,2,krisis masker,1,krl commuter line,1,lifestyle,1,lockdown,2,luhut binsar panjaitan,1,lukman wibowo,4,lukni an nairi,5,makrifat,1,malam nisfu syaban,2,manuskrip tuhan,1,martin suryajaya,1,masker,1,maulid al barzanji,1,mbohlah,1,mh rahmat,2,mohammad hatta,1,mudik,2,nabi sulaiman,1,najwa shihab,1,nelson mandela,1,new normal,1,ngaji,7,ngesti pandawa,1,nikmat yang kamu dustakan,1,ninik ambarwati,1,nuzulul quran,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,orde baru,1,pandawa,1,partai komunis indonesia,1,pasar johar,1,pcnu kota semarang,1,pelukis,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,penerbit erlangga,1,pengurus rt,1,pepatah jawa,1,pertumbuhan ekonomi 5 persen,1,politik,5,pondok pesantren,2,profil,1,puasa,2,publikasi,2,puisi,6,puisi idul fitri,1,puisi puasa,1,punakawan,1,raden saleh,1,ramadan,3,reformasi,1,rung guru,1,santet,1,santri,1,sastra,8,sastra semarang,1,semut,1,sinkretisme agama,1,slamet unggul,1,social distancing,1,sosialisme,1,sosiologi,1,sunan kalijaga,4,sus s hardjono,1,syahrul efendi dasopang,1,syarief bustaman,1,syekh siti jenar,1,tafsir,1,tasawuf,1,teleskop,1,togel semarang,1,toko buku online,1,toko online,1,tony rosyid,3,umbu landu,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,virus corona,15,wardjito soeharso,1,warung angkringan,1,watak orang semarang,1,work from home,1,yahudi,1,yusdi usman,2,
ltr
item
Kandank Warak: Mohammad Hatta Antara Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Syariah
Mohammad Hatta Antara Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Syariah
https://1.bp.blogspot.com/-XenlTM637lw/XmJcNKVjzVI/AAAAAAAAAaM/ntn5enfsQPwoeDhlbONyzQyIl68Uoff_ACLcBGAsYHQ/s200/Beta%2BWijaya%2BBarisan%2BNews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-XenlTM637lw/XmJcNKVjzVI/AAAAAAAAAaM/ntn5enfsQPwoeDhlbONyzQyIl68Uoff_ACLcBGAsYHQ/s72-c/Beta%2BWijaya%2BBarisan%2BNews.jpg
Kandank Warak
https://www.kandankwarak.com/2020/03/mohammad-hatta-antara-koperasi-umkm.html
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/2020/03/mohammad-hatta-antara-koperasi-umkm.html
true
1305108734588655101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy