--> Krisis Ekonomi Masih Bisa Dicegah? | Kandank Warak

Krisis Ekonomi Masih Bisa Dicegah?

Pemerintah mengatakan beberapa hal dengan penuh percaya diri. Seperti: utang pemerintah sangat aman karena rasionya atas PDB masih kecil, defisit APBN terkendali di kisaran 2%, kondisi UMKM membaik karena genjotan kucuran KUR (kredit usaha rakyat), industri makanan dan pariwisata sedang tumbuh pesat. Dikemukakan pula, meski negara lain banyak yang sudah resesi, Indonesia akan tetap bisa tumbuh di atas 5% pada tahun 2020.

Awalil Rizky

Oleh: Awalil Rizky
(Chief Economist Institut Harkat Negeri)



KANDANK WARAK - “Ekonomi Indonesia masih tumbuh dan memiliki ketahanan eksternal yang kuat,” merupakan klaim otoritas ekonomi hingga sebulan lalu.

Pemerintah mengatakan beberapa hal dengan penuh percaya diri. Seperti: utang pemerintah sangat aman karena rasionya atas PDB masih kecil, defisit APBN terkendali di kisaran 2%, kondisi UMKM membaik karena genjotan kucuran KUR (kredit usaha rakyat), industri makanan dan pariwisata sedang tumbuh pesat. Dikemukakan pula, meski negara lain banyak yang sudah resesi, Indonesia akan tetap bisa tumbuh di atas 5% pada tahun 2020.


Bank Indonesia (BI) menjelaskan indikator lainnya dengan nada sama.

Seperti: peningkatan utang luar negeri yang perlahan, beban pembayaran utang luar negeri masih terpikul, posisi cadangan devisa mencukupi, dan volatilitas rupiah yang terkendali.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan pandangan sejalan. Seperti: kondisi perbankan stabil dengan rasio kecukupan modal di atas 20%; industri keuangan nonbank masih tumbuh; dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat stabil, bahkan meningkat dengan neto pembelian oleh asing.

Seminggu terakhir, kondisi berubah cepat dan makin mengkhawatirkan. Beberapa contoh indikator yang menjadi alasan klaim telah berbalik arah. Beberapa di antaranya memburuk dengan cepat. Bahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani telah mengemukakan wacana skenario pertumbuhan ekonomi mendekati nol persen.

Fenomena wabah COVID-19 menjadi faktor yang dianggap menyebabkan pembalikan arah itu. Meski tidak sepenuhnya salah, sebelum wabah COVID-19, banyak pihak telah mengingatkan otoritas bahwa ekonomi Indonesia akan resesi.

Buku Fundamental Ekonomi yang Rapuh, yang penulis keluarkan awal Mei 2019, memberi pesan yang jelas. Ekonomi Indonesia sepintas berkondisi baik, namun sebenarnya "rapuh" jika ada guncangan eksternal. Rapuh memang tak selalu bertampilan buruk. Baru disadari jika ada guncangan lebih dari biasanya. Ibarat bangunan, baru diketahui jika ada gempa berskala sedang atau besar.

Gempa yang disertai peringatan ancaman tsunami itu ternyata terjadi, berupa wabah COVID-19. Diimbuhi kepanikan masa dan kegamangan otoritas, yang tampak viral di media sosial.

Apakah bangunan ekonomi kita akan rubuh? Sebenarnya masih bisa dicegah, sekurangnya mengurangi tingkat kerusakan. Gempanya sudah pasti, dan masih ada gempa susulan. Artinya, resesi ekonomi skala rendah hingga sedang. Sedangkan tsunaminya masih belum tentu terjadi, atau hanya menghantam sebagian daratan saja.

Kita masih menunggu berbagai dinamika beberapa bulan ke depan. Fenomena COVID-19 belum berakhir, dan sebagian harapan tentang antivirus dan pengendalian sebaran mulai terdengar. Pada saat bersamaan, hiruk pasar keuangan dan ekonomi global justru sedang penuh ketidakpastian. Perang dagang Amerika dan Cina belum berakhir, ditambah dengan perang minyak, serta kebiasaan Amerika menyedot likiuditas ketika pilpres. Belakangan, berkembang rumor, Cina akan membeli apa saja dengan cash yang mereka miliki, ketika banyak korporasi di dunia dijual murah.

Bagaimanapun, yang lebih utama dan mendesak dilakukan adalah antisipasi dan mitigasi oleh kita sendiri. Terutama oleh otoritas ekonomi (Pemerintah, BI, OJK).

Sebagaimana gempa dan tsunami, prioritas utamanya adalah keselamatan rakyat banyak. Bangunan bisa diperbaiki atau direhabilitasi nantinya. Nyawa dan hidup rakyat tidak bisa ditawar.

Strategi pokok dari mitigasi adalah menggunakan seluruh sumber daya untuk penyelamatan dari wabah COVID-19. Disiapkan pula semua langkah untuk mengurangi dampak ekonomi yang buruk atas kondisi ataupun kebijakan tersebut, terutama terkait jaring pengaman sosial.

Secara anggaran, beberapa langkah dapat segera dilakukan. Antara lain menunda semua pembelian tanah, pembangunan fisik gedung, perjalanan dinas dan konsinyering, kurangi tunjangan bagi pejabat (tukin), dan semacamnya. Semua dihitung ulang dengan orientasi baru. Memberi ruang fiskal bagi kebijakan mitigasi krisis ekonomi.

BI dan OJK tak sepenuhnya harus mengikuti taktik kebijakan yang biasa dalam kondisi normal. Jika ada koordinasi yang baik sesama otoritas, maka soalan volatilitas kurs rupiah dan IHSG akan menjadi berkurang urgensinya. Kebijakan “buku teks” yang telah diantisipasi pelaku pasar saat ini justru bisa menguras sumber daya yang masih dimiliki.

Pemerintah Daerah juga harus menyadari keterbatasan pemerintah pusat, sehingga perlu ambil inisiatif sejak dini. APBD musti dihitung ulang semuanya. Menyesuaikan orientasi yang telah disebut tadi.

Akhirnya, cara pandang pengelolaan ekonomi mesti segera berubah drastis. Kita dapat menyebutnya sebagai Manajemen Krisis. Otoritas ekonomi tak boleh bertindak sebagaimana biasanya (as usually), atau melakukan kebijakan sporadis. Apalagi jika diimbuhi “persaingan” memperoleh nama baik.

Terkait dengan aspek yuridis, terutama dalam hal prosedur anggaran, payung hukumnya harus lebih praktis. Jika DPR, DPRD atau siapapun mengedepankan prosedur atau tupoksi yang menghambat, maka bisa diopinikan sebagai musuh publik, musuh bersama.

Kini belum sepenuhnya terlambat. Gempa susulan yang lebih besar dan tsunami belum terjadi. Otoritas masih dapat menyiapkan dan memulai manajemen krisis tersebut. Rakyat Indonesia masih cukup percaya kepada mereka. Sarana untuk memberi informasi dan edukasi tersedia banyak.

Jika kita bisa melalui kondisi ini dengan baik. Setidaknya dengan dampak buruk minimal. Maka kita berpotensi bangkit sebagai bangsa dan negara yang seolah baru merdeka lagi. Segala perpecahan akibat pilpres dan pilkada akan sirna.

Mari kita semua berpartisipasi menyelamatkan negeri.
Nama

agus munif,2,ajaran sunan kalijaga,1,aktual,80,alfin hidayat,4,alissa wahid,1,amerika,1,ananta damarjati,1,anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn),1,anies baswedan,4,anthony budiawan,1,antik,1,awalil rizky,5,barisan nusantara,3,batik,1,beta wijaya,2,biografi,3,brandal lokajaya,2,budaya,6,budaya semarang,1,budayawan semarang,1,buku,2,buku ekonomi,1,buku gratis,2,buku sosiologi,1,buya hamka,1,cak nun,2,cengengesan,3,cerpen,2,chairil anwar,1,cheng ho,2,china,1,cuci tangan,1,dangdut koplo,1,demokrasi,1,djawahir muhammad,2,ebook gratis,2,edhie prayitno ige,4,eko tunas,11,ekonomi,5,ekonomi syariah,1,ensiklopedia,3,estetika,1,fundamental ekonomi,1,Galileo Galilei,1,gambang syafaat,1,gentong,1,germas berkat,1,gonam aqiqah,1,guru online erlangga,1,gusdurian,1,gusdurian peduli,1,hafidz,1,Hans Lippershey,1,hate speech,1,herman sinung janutama,1,hersubeno arief,3,idul fitri,1,iktikaf di masjid,1,islam nusantara,1,isra miraj nabi muhammad,1,jahe,1,jakarta,2,jokowi,2,kabar kami,7,kandank warak,1,kapitalisme,1,kelenteng sam po kong,1,ken arok,1,kentongan,1,keris,1,keris empu gandring,1,kesehatan,1,ketua rt,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,12,kisah,1,kolom,41,komisi pemberantasn korupsi,1,kongkow,15,kontes guru online,1,koperasi,1,korupsi,1,krisis ekonomi,2,krisis masker,1,krl commuter line,1,lifestyle,1,lockdown,2,luhut binsar panjaitan,1,lukman wibowo,4,lukni an nairi,5,makrifat,1,malam nisfu syaban,2,manuskrip tuhan,1,martin suryajaya,1,masker,1,maulid al barzanji,1,mbohlah,1,mh rahmat,2,mohammad hatta,1,mudik,2,nabi sulaiman,1,najwa shihab,1,nelson mandela,1,new normal,1,ngaji,7,ngesti pandawa,1,nikmat yang kamu dustakan,1,ninik ambarwati,1,nuzulul quran,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,orde baru,1,pandawa,1,partai komunis indonesia,1,pasar johar,1,pcnu kota semarang,1,pelukis,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,penerbit erlangga,1,pengurus rt,1,pepatah jawa,1,pertumbuhan ekonomi 5 persen,1,politik,5,pondok pesantren,2,profil,1,puasa,2,publikasi,2,puisi,6,puisi idul fitri,1,puisi puasa,1,punakawan,1,raden saleh,1,ramadan,3,reformasi,1,rung guru,1,santet,1,santri,1,sastra,8,sastra semarang,1,semut,1,sinkretisme agama,1,slamet unggul,1,social distancing,1,sosialisme,1,sosiologi,1,sunan kalijaga,4,sus s hardjono,1,syahrul efendi dasopang,1,syarief bustaman,1,syekh siti jenar,1,tafsir,1,tasawuf,1,teleskop,1,togel semarang,1,toko buku online,1,toko online,1,tony rosyid,3,umbu landu,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,virus corona,15,wardjito soeharso,1,warung angkringan,1,watak orang semarang,1,work from home,1,yahudi,1,yusdi usman,2,
ltr
item
Kandank Warak: Krisis Ekonomi Masih Bisa Dicegah?
Krisis Ekonomi Masih Bisa Dicegah?
Pemerintah mengatakan beberapa hal dengan penuh percaya diri. Seperti: utang pemerintah sangat aman karena rasionya atas PDB masih kecil, defisit APBN terkendali di kisaran 2%, kondisi UMKM membaik karena genjotan kucuran KUR (kredit usaha rakyat), industri makanan dan pariwisata sedang tumbuh pesat. Dikemukakan pula, meski negara lain banyak yang sudah resesi, Indonesia akan tetap bisa tumbuh di atas 5% pada tahun 2020.
https://1.bp.blogspot.com/-_B5sUXlbcgs/XnjnVefEhCI/AAAAAAAAAeM/WoSY4_dxLG8g4M0fZJxFSpldDvQGnTElwCLcBGAsYHQ/s400/Awalil%2BRizky.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-_B5sUXlbcgs/XnjnVefEhCI/AAAAAAAAAeM/WoSY4_dxLG8g4M0fZJxFSpldDvQGnTElwCLcBGAsYHQ/s72-c/Awalil%2BRizky.jpg
Kandank Warak
https://www.kandankwarak.com/2020/03/krisis-ekonomi-masih-bisa-dicegah.html
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/2020/03/krisis-ekonomi-masih-bisa-dicegah.html
true
1305108734588655101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy