--> Jakarta, KRL dan Corona | Kandank Warak

Jakarta, KRL dan Corona

Iqbal Wardoyo turun dari KRL Commuter Line di Stasiun Kebayoran  Oleh: Cak War KANDANK WARAK - Suatu Pagi di sebuah kereta l...

Iqbal Wardoyo turun dari KRL Commuter Line di Stasiun Kebayoran


 Oleh: Cak War



KANDANK WARAK - Suatu Pagi di sebuah kereta listrik. Sepertinya hanya ada di Jakarta. Sebelumnya kami bertiga numpang makan, ngopi, ngudut, terutama dan utama itu melekan bersama di Bogor rumah salah satu kawan kami yang biasa dipanggil Wawan Ikan. dipanggil Wawan Ikan memang kebetulan dia bekerja di Kementerian Kelautan dan ia tidak pernah kuliah jurusan kelautan. Jika di suruh renang, ia akan memilih kolam yang dalamnya setengah meter.

Dari Bogor kami hendak menuju Jakarta. Menaiki kereta listrik. Kereta Listrik tersebut dikenal dengan KRL Commuter Line, biasa orang-orang menyebutnya KRL.

Harap maklum, jika kami masih mengantuk karena semalam sudah menyempatkan waktu untuk silahturahmi dengan teman-teman sampai subuh.

Silaturahmi dengan teman diantaranya, Abdul yang bekerja di pusat bisnis peternakan spesialisasinya makanan dan nutrisi. Ada juga tidak jauh-jauh dari peternakan, saudara Roni yang bergerak dibidang kuliner kambing. Ia menerima jasa aqiqah, masakan kambing guling, dan tentunya kuliner spesialis kambing bisa cek di https://www.gonamaqiqah.com. Eh…ya ada juga yang bergerak di bidang media, Hadi namanya saat ini mengeloa media https://www.hops.id.

Karena hari itu hari minggu, KRL tidaklah begitu ramai sehingga banyak kursi yang tersedia untuk kami duduki, Alhamdulillah, rasa kantuk tidaklah tertahan, begitu nikmatnya rasa kantuk pemberian Allah.

Sebut saja teman saya itu Jay (bukan nama sebenarnya) menikmati rasa kantuk itu sepuasnya. Jay ini sosok Preman dari Kota semarang, jenis preman yang masih takut berbuat dosa. Rambutnya gondrong dan acak-acakan, jenggot yang mulai beruban. Seperti layaknya seorang seniman, budayawan, dan yang terakhir seperti Para Kalongers.

Tubuh kurus kurang gizi lebih tepatnya kurus tirakat. Ia sangat berhati hati apa yang masuk ke dalam tubuhnya. Dia adalah kemurnian ide, laku hidupnya adalah bertentangan dengan laku hidup Jakarta.

Tradisi yang berkembang di dalam KRL adalah berebut tempat duduk. Maka untuk menghormati Lansia, bumil dan para penyandang cacat, ada aturan tempat duduk prioritas. Sampai ada juga namanya gerbong khusus wanita di setiap rangkaian kereta.

Kami naik dari rangkaian gerbong khusus tersebut, dan berjalan ke rangkaian free gerbong, karena ada petugas yang siap-siap mengusir para lelaki yang mau duduk di gerbong tersebut.

Sampai di free gerbong saya dan Jay duduk dengan bebas. Sedang teman kami Beta (naman sebenarnya) memilih untuk berdiri di depan pintu masuk. Disuruh duduk dia tidak mau, padahal ada kursi kosong. Barangkali ia lagi olah raga pagi dan menjalani laku tirakat diet alami.

Pada sebuah stasiun, masuklah seorang cewek. Masih muda, langsing, putih warna kulitnya, layaknya kaum muda milenial. Dia tidak kebagian kursi. Tetapi karena free gerbong dan dia juga masih muda, maka aturan aturan diatas tidaklah berlaku bagi dia atau kami.

Setelah beberapa stasiun berjalan, Beta duduk disebelah saya. Setelah laku dietnya ia jalani beberapa menit. Tepatnya saya diapit oleh Jay dan Beta. Setelah berjalan beberapa stasiun lagi, tempat duduk sebelah Jay kosong. Maka wanita tersebut duduk disebelah Jay.

Ada kejadian menarik lebih tepatnya momen menarik ketika si wanita tersebut hendak duduk di sebelah Jay. Dia memandang Jay sebentar dan terlihat keraguan, kekwatiran, ketakutan di wajahnya dan terbukti ketika dia duduk.

Begitu dia duduk, dia tidak duduk seperti orang-orang Jakarta yang cuek. Dia duduk dengan memberikan jarak, seperti ada sebuah penyakit didekatnya. Saya tidak tau apakah dia duduk dengan nyaman? 

Apakah si Jay itu Corona? Apa si Jay itu Penjahat? Pencopet? Buronan? Penyakit menular?

Alhamdulillah, Jay tidak tau sementara ini. Semoga Allah mengampuni Wanita tersebut.



Video pilihan:

Nama

agus munif,2,ajaran sunan kalijaga,1,aktual,80,alfin hidayat,4,alissa wahid,1,amerika,1,ananta damarjati,1,anggaran pendapatan dan belanja negara (apbn),1,anies baswedan,4,anthony budiawan,1,antik,1,awalil rizky,5,barisan nusantara,3,batik,1,beta wijaya,2,biografi,3,brandal lokajaya,2,budaya,6,budaya semarang,1,budayawan semarang,1,buku,2,buku ekonomi,1,buku gratis,2,buku sosiologi,1,buya hamka,1,cak nun,2,cengengesan,3,cerpen,2,chairil anwar,1,cheng ho,2,china,1,cuci tangan,1,dangdut koplo,1,demokrasi,1,djawahir muhammad,2,ebook gratis,2,edhie prayitno ige,4,eko tunas,11,ekonomi,5,ekonomi syariah,1,ensiklopedia,3,estetika,1,fundamental ekonomi,1,Galileo Galilei,1,gambang syafaat,1,gentong,1,germas berkat,1,gonam aqiqah,1,guru online erlangga,1,gusdurian,1,gusdurian peduli,1,hafidz,1,Hans Lippershey,1,hate speech,1,herman sinung janutama,1,hersubeno arief,3,idul fitri,1,iktikaf di masjid,1,islam nusantara,1,isra miraj nabi muhammad,1,jahe,1,jakarta,2,jokowi,2,kabar kami,7,kandank warak,1,kapitalisme,1,kelenteng sam po kong,1,ken arok,1,kentongan,1,keris,1,keris empu gandring,1,kesehatan,1,ketua rt,1,kh hasyim asyari,1,khazanah,12,kisah,1,kolom,41,komisi pemberantasn korupsi,1,kongkow,15,kontes guru online,1,koperasi,1,korupsi,1,krisis ekonomi,2,krisis masker,1,krl commuter line,1,lifestyle,1,lockdown,2,luhut binsar panjaitan,1,lukman wibowo,4,lukni an nairi,5,makrifat,1,malam nisfu syaban,2,manuskrip tuhan,1,martin suryajaya,1,masker,1,maulid al barzanji,1,mbohlah,1,mh rahmat,2,mohammad hatta,1,mudik,2,nabi sulaiman,1,najwa shihab,1,nelson mandela,1,new normal,1,ngaji,7,ngesti pandawa,1,nikmat yang kamu dustakan,1,ninik ambarwati,1,nuzulul quran,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,orde baru,1,pandawa,1,partai komunis indonesia,1,pasar johar,1,pcnu kota semarang,1,pelukis,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,penerbit erlangga,1,pengurus rt,1,pepatah jawa,1,pertumbuhan ekonomi 5 persen,1,politik,5,pondok pesantren,2,profil,1,puasa,2,publikasi,2,puisi,6,puisi idul fitri,1,puisi puasa,1,punakawan,1,raden saleh,1,ramadan,3,reformasi,1,rung guru,1,santet,1,santri,1,sastra,8,sastra semarang,1,semut,1,sinkretisme agama,1,slamet unggul,1,social distancing,1,sosialisme,1,sosiologi,1,sunan kalijaga,4,sus s hardjono,1,syahrul efendi dasopang,1,syarief bustaman,1,syekh siti jenar,1,tafsir,1,tasawuf,1,teleskop,1,togel semarang,1,toko buku online,1,toko online,1,tony rosyid,3,umbu landu,1,usaha mikro kecil menengah (umkm),1,virus corona,15,wardjito soeharso,1,warung angkringan,1,watak orang semarang,1,work from home,1,yahudi,1,yusdi usman,2,
ltr
item
Kandank Warak: Jakarta, KRL dan Corona
Jakarta, KRL dan Corona
https://1.bp.blogspot.com/-LH8E2XTUUDU/XmZpCosuD-I/AAAAAAAAAa0/QjtTl0bu8CU27Fr7YjfJYliH77ChkdoPgCLcBGAsYHQ/s400/Naik%2BKRL%2BCommuter%2BLine.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-LH8E2XTUUDU/XmZpCosuD-I/AAAAAAAAAa0/QjtTl0bu8CU27Fr7YjfJYliH77ChkdoPgCLcBGAsYHQ/s72-c/Naik%2BKRL%2BCommuter%2BLine.jpeg
Kandank Warak
https://www.kandankwarak.com/2020/03/jakarta-krl-dan-corona.html
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/
https://www.kandankwarak.com/2020/03/jakarta-krl-dan-corona.html
true
1305108734588655101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy